Kendaraan bermotor mengeluarkan zat-zat pencemar udara yang memberikan dampak negatif terhadap kesehatan dan kesejahteraan manusia, serta lingkungan hidup. Sumber pencemar ini juga menimbulkan dampak terhadap lingkungan atmosfer yang lebih besar seperti hujan asam, kerusakan lapisan ozon stratosfer, dan perubahan iklim global. Zat-zat yang diemisikan dari knalpot kendaraan bermotor adalah CO2, CO, NOx, HC, SOx, PM10, dan Pb (dari bahan bakar yang mengandung timah hitam/timbal). Hasil kajian terdahulu seperti the Study on the Integrated Air Quality Management for Jakarta Area (JICA, 1997) dan Integrated Vehicle Emission Reduction Strategy for Greater Jakarta (ADB, 2002) menyimpulkan bahwa sektor transportasi memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pencemaran udara perkotaan (Suhadi, 2005). Dampak kesehatan yang ditimbulkan oleh sektor transportasi berdasarkan zat pencemar antara lain:
1. Karbon Monoksida (CO)
no copy
Saturday, November 22, 2014
Cara Kerja Monitor LCD
Monitor LCD (Liquid Crystal Display)
terdiri atas dua bagian utama, yaitu Backlight dan kristal cair.
Backlight adalah sumber cahaya LCD yang biasanya terdiri dari 1 sampai 4
buah (berteknologi seperti lampu neon) Lampu Backlight ini berwarna
putih. Kristal cair akan menyaring cahaya backlight. Cahaya putih
merupakan susunan dari beberapa ratus cahaya dengan warna yang berbeda
(jika anda masih ingat Pelajaran Fisika). Beberapa ratus cahaya tersebut
akan terlihat jika cahaya putih mengalami refleksi atau perubahan arah
sinar. Warna yang akan dihasilkan tergantung pada sudut refleksi. Jadi
jika beda sudut refleksi maka beda pula warna yang dihasilkan.
Dengan
memberikan tegangan listrik dengan nilai tertentu. Kristal cair dapat
berubah sudutnya. Dan karena tugas kristal cair adalah untuk
merefleksikan cahaya dari backlight maka cahaya backlight yang
sebelumnya putih bisa berubah menjadi banyak warna. Kristal cair bekerja
seperti tirai jendela. Jika ingin menampilkan warna putih kristal cair
akan membuka selebar-lebarnya sehingga cahaya backlight yang berwarna
putih akan tampil di layar. Namun Jika ingin menampilkan warna hitam.
Kristal Cair akan menutup serapat-rapatnya sehingga tidak ada cahaya
backlight yang yang menembus (sehingga di layar akan tampil warna
hitam). Jika ingin menampilkan warna lainnya tinggal atur sudut refleksi
kristal cair.
Contrast Ratio adalah perbandingan tingkat terang (brightness)
pada posisi paling putih dan paling hitam. Pada waktu kristal cair
menutup serapat-rapatnya untuk menghasilkan warna hitam seharusnya tidak
ada cahaya backlight yang menembusnya. Namun kenyataannya masih ada
cahaya backlight yang bisa menembus kristal cair sehingga tidak bisa
menampilkan warna hitam dengan baik. Inilah salah satu kekurangan LCD.
Jadi semakin besar Contrast Ratio maka semakin bagus pula LCD dalam
menampilkan warna. cara paling mudah untuk mengetahui
seberapa bagus Contrast Ratio LCD adalah dengan menampilkan warna hitam
di layar. Jika warna hitam tersebut cenderung abu-abu maka masih ada
sedikit cahaya backlight yang berhasil menembus kristal cair.
Arti Simbol Kode Segitiga Pada Kemasan Plastik
1. PET atau PETE (Polyethylene Etilen Terephalate)
Biasa dipakai untuk botol plastik, berwarna jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, wadah makanan dan hampir semua botol minuman lainnya. Botol jenis PET/PETE ini direkomendasikan HANYA SEKALI PAKAI.
Bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air
hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol
tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (dapat
menyebabkan kanker) dalam jangka panjang.
Bahan ini dapat dibuat lagi ke dalam
bulu domba kutub, serat, karpet, dan lain-lain. Permintaan untuk jenis
plastik ini di antara komunitas pendaur ulang plastik relatif banyak,
tetapi saat ini tingkat daur ulang untuk bahan ini tetap rendah sebesar
20%.
Bahan PETE ini berbahaya bagi pekerja
yang berhubungan dengan pengolahan maupun botol daur ulang botol PETE.
Pembuatan PETE menggunakan senyawa antimoni trioksida. Senyawa ini bisa
masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernapasan dengan menghirup udara.
Seringnya menghirup senyawa ini bisa mengakibatkan iritasi kulit dan
saluran pernapasan. Bagi wanita, senyawa ini meningkatkan masalah
menstruasi dan keguguran. Bila melahirkan, anak kemungkinan besar akan
mengalami pertumbuhan yang lambat hingga usia 12 bulan.
2. HDPE (High Density Polyethylene)
Friday, November 21, 2014
Penyearah Setengah Gelombang
Sekarang analisa rangkaian dioda
dikembangkan dengan memasukkan fungsi waktu seperti gelombang sinus dan
gelombang kotak. Rangkaian dioda paling sederhana dengan input berupa
sinyal sinus ditunjukkan pada gambar 1. Untuk pembahasa awal ini, kita
akan menggunakan model dioda ideal (tidak ada drop tegangan 0.7 V saat
bias maju) agar analisa rangkaiannya menjadi lebih sederhana.
Prinsip Kerja Light Emitting Diode (LED)
Dioda, seperti divais semikonduktor yang
lainnya, didisain berdasarkan prinsip dari fisika kuantum. Salah satu
prinsip tersebut adalah emisi (pancaran) dari radiasi energi pada
frekuensi tertentu ketika elektron jatuh dari level energi yang lebih
tinggi ke level energi yang lebih rendah. Prinsip ini sama dengan lampu
neon, karakteristik pancaran warna merah muda – oranye dari neon yang
terionisasi akibat adanya elektron yang mengalami transisi energi di
dalam rangkaian listriknya. Warna
unik yang dipancarkan lampu neon diakibatkan gas neon yang ada di dalam
tabung lampunya, bukan karena arus atau tegangan pada lampu tersebut.
Setiap unsur kimia memiliki emisi energi radiasi yang berbeda-beda
ketika elektronnya melompat diantara dua level energi yang berbeda.
Misalkan gas hidrogen, memancarkan warna merah ketika terionisasi,
sedangkan air raksa memancarkan warna biru. Inilah yang menyebabkan
munculnya cabang ilmu spektografi yaitu ilmu yang mempelajari
identifikasi suatu zat kimia berdasarkan warna cahaya yang
dipancarkannya.
Thursday, October 30, 2014
Depleting Natural Resources
Tempat yang kita tinggali, Bumi, telah terbentuk sejak 4,54 miliar tahun yang lalu. Sementara, kehidupan yang kita ketahui selama ini, telah ada dari 4 miliar tahun lalu. Semua spesies, segala bentuk kehidupan di bumi saling melengkapi. Tidak ada yang tidak berguna, semuanya seimbang. Namun, manusia yang hanya berumur 200.000 tahun telah merubah wajah Bumi sedemikian rupa.
Pada tahun 2050, seperempat dari spesies di bumi dapat terancam punah. Setiap tahun, 13 hektar hutan hilang. Spesies mati 1000 kali lebih cepat dari siklus alami. Setiap hari 5.000 orang meninggal karena meminum air kotor. Dan 1 miliar orang tidak memiliki akses air bersih. Entah apakah pemanfaatan yang berlebihan terhadap sumber daya alam atau sesuatu yang lain yang menyebabkannya.
Manusia dapat berubah. Manusia harus berubah. Waktu kita sedikit. Makin banyak waktu yang terbuang, makin banyak yang akan hilang. Mulai dari diri sendiri, sadarlah akan keadaan lingkungan. Gunakan barang seefisien mungkin.
Pada tahun 2050, seperempat dari spesies di bumi dapat terancam punah. Setiap tahun, 13 hektar hutan hilang. Spesies mati 1000 kali lebih cepat dari siklus alami. Setiap hari 5.000 orang meninggal karena meminum air kotor. Dan 1 miliar orang tidak memiliki akses air bersih. Entah apakah pemanfaatan yang berlebihan terhadap sumber daya alam atau sesuatu yang lain yang menyebabkannya.
Manusia dapat berubah. Manusia harus berubah. Waktu kita sedikit. Makin banyak waktu yang terbuang, makin banyak yang akan hilang. Mulai dari diri sendiri, sadarlah akan keadaan lingkungan. Gunakan barang seefisien mungkin.
Tumpang Tindih Manusia dan Satwa
Peristiwa yang tidak diharapkan telah terjadi di Padang, Sumatera Barat. Seekor satwa langka Neofelis Nebulosa, atau biasa dikenal sebagai harimau dahan, dibunuh ketika memangsa ternak milik warga. Tahun 2008, IUCN mengklasifikasikan spesies ini sebagai spesies yang
rentan terhadap kepunahan, dengan ukuran populasi efektif total
diperkirakan kurang dari 10.000 individu dewasa, dan tren populasi yang
menurun. Di Sumatera sendiri, diketahui populasi harimau dahan hanya tersisa 400 ekor.
Inilah yang terjadi ketika habitat manusia dan satwa telah tumpang tindih. Manusia menggeser habitat asli satwa, sementara satwa tidak punya tempat lagi untuk menyingkir, dan makanan bagi satwa pun menipis. Sehingga tak dapat dipungkiri suatu ketika satwa dapat berkonfrontasi langsung dengan manusia, baik hanya untuk tempat tinggal ataupun mencari mangsa.
Laju deforestasi yang sedemikian cepat pun merupakan penyumbang besar atas tumpang tindih habitat ini. Bukan hanya untuk tempat tinggal, namun juga untuk keperluan industri. Dapat dilihat pada tahun 1985-2008 terjadi penyusutan hutan sekitar 50%.
Hal seperti ini dapat dikurangi jika masyarakat sadar akan pentingnya menjaga kelangsungan hidup bersama (manusia maupun satwa). Sebagai contoh, pemerintah mempunyai BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) yang bertanggung jawab mengawasi dan memantau peredaran tumbuhan dan satwa yang dilindungi di wilayahnya. Namun masyarakat yang tinggal di daerah rawan tidak mempersiapkan kedatangan satwa liar, sehingga ketika hal itu terjadi mereka panik dan sengaja/tidak sengaja membunuh satwa liar tersebut, dikarenakan kurangnya sosialisasi pihak terkait.
Daftar Referensi:
Subscribe to:
Posts (Atom)

